Minggu, 19 September 2010

Manusia Cuma Punya Satu Hati

Awalnya aku nggak tahu pertemuan itu akan menjadi seperti apa. Kirain cuma datang, makan, senyum-senyum, dan berakhir pulang.

Emang kadang ada sesuatu hal dalam sehari yang bisa merubah hidup seseorang untuk selamanya. Mungkin juga pertemuan waktu itu akan berefek dasyat dalam kurun hidupku selanjutnya.

Daripada aku bisulan dan berakhir gila karena kisah ini, lebih baik aku tulis aja. Maafkan bila yang bersangkutan -Niz, Nan, Lim, Syi- kurang berkenan bila membaca unek-unek ini. Yah, mau bagaimana lagi?? Aku udah nggak tahan buat mengubur pertemuan kemarin, yang akhirnya hanya menjadi kenangan yang tak berguna. Setidaknya itu berguna untuk aku tulis....

Ciaw.. mulailah malam itu aku dapet sms dari Syi;

kamu masih dirumah?’

‘iya, knapa emangnya?’

‘kumpul2 yuk di rumah lim ntar pagi!!?’

‘oke.. tapi jemput aku yaa’

‘minta jemput ama Nan aja’

Aku berangkat dijemput ama Nan. Aku bawa buku yang tak sempat ku baca seluruhnya, ku kembalikan pada Lim. Sampe di tujuan mereka udah ngumpul, aku dan Nan telat datang..

Niz; ‘walah, kok rajin banget sih? Lebaran aja masih sempet baca buku. Hehe’

Aku; ‘nggak kok, buku ini nggak aku selesaikan. Berat pembahasannya, males’

Seperti biasa pas lebaran kita salam-salaman dan maaf-maafan. Tapi yang membuat aku pecah  adalah saat acara ‘share pengalaman’. Ah, bangsat... kok semuanya cerita tentang percintaan sih? Aku jadi keki.

Aku emang nggak punya cerita tentang masalah cewek. Tepatnya sih punya, tapi nggak sopan bila ku ceritakan pas waktu itu. Lha wong mereka udah tau semua kok. Hehe

Nggak nyangka ternyata Niz punya pengalaman yang amat membuatku tersentak miris. Bukannya cemburu, namun lebih tepat kalau itu dikatakan sebagai ‘iba’ atau ‘kasihan’. Ahh, andaikan saja aku bisa menjaga hatimu Niz....

Pas pulang aku ditemani rasa yang aneh; lapar bercampur haru. Aku kepikiran dengan seluruh cerita Niz. Aku mengingat-ingat kalimat dia, menganalisa, membuat kesimpulan, dan pada malam harinya aku bandingkan dengan sms Lim.

‘Lim, kamu udah tidur?’

‘blum, knapa Za?’

‘aku kasian ma Niz, Lim’

‘aku juga Za, nggak nyangka bila dia jatuh bangun kayak gitu’

‘kamu lihat sorot matanya ke aku? Kayak nyimpen bayang masa lalu’

‘aku lihat Za, aku lihat dia pas lihat ke mata kamu emang ada yang tak biasa.’

‘tolong dia Lim, jadilah temen yang baik buatnya. Aku tak tega bila dia sakit terus2an karena cowo.’

‘aku kan mencoba. Yah walopun aku bukan teman yang baik, tapi aku akan mencoba menjadi lebih baik untuknya.’

‘jujur aja aku tak bisa. Aku terlalu jauh darinya.’

‘maksutnya?’

‘aku nggak bisa memberikan cinta yang seperti dia harapkan. Terlalu banyak rintangan bila aku memaksakan cintaku’

‘iya. Aku akan mencobanya (jadi temen yg baik) Za..’

Duh Niz, seandainya kau mengizinkan aku menjaga hatimu, mungkin tak akan terjadi seperti ini. Benar aku masih cinta kamu, tapi kalau untuk berjuang kembali rasanya aku tak bisa. Kita terlalu dewasa untuk sebuah cinta yang main-main. Dan akupun nggak bisa menjadi seperti yang kau minta. Aku cuma bisa mendoakanmu, semoga kau tak tersakiti lagi.

Tapi aku amat bersyukur kau tak cinta aku. Apabila kita saling cinta akan ada banyak rintangan. Mungkin kau tak tahu seperti apa, tapi aku mengetahuinya dengan jelas dan tak perlu ku sebutkan.... Lebih baik satu daripada ada dua hati yang hancur. Lebih baik hatiku, bukan hatimu.

Sekarang waktunya pulang. Aku udah mau balik ke habitatku. Begitu juga dengan Niz, Syi, dan Nan. Sebagai salam perpisahan ku kirim sms ke Niz;

Niz, kita hanya punya satu hati, amat sayang bila harus patah berulang kali.’

Eee. Malah dia bales; ‘iya pak ustad, nyantai aja OK’

‘Oalah.. malah ngejak guyon.’

Niz, aku tak sampai hati bila kamu tersakiti. Aku masih ada cinta walaupun udah tak kuasa untuk ku perjuangkan kembali...

Sungguh, aku lebih suka bila kau ceria saat janur kuning melengkung di depan rumahmu untuk selamanya. Dan pastinya aku berharap dia adalah yang dipilihkan Tuhan untukmu siapapun orangnya.













0 comments:

Poskan Komentar

Hai, Selamat datang di blogku...

Udah selesai kan membacanya? silahkan tulis apa yang menjadi pemikiran Anda. Hinaan, makian, cercaan, protes, bahkan PUJIAN diperbolehkan di sini..

Jangan lupa untuk menyantumkan blog Anda...
Insya Alloh saya akan berkunjung..