Sebuah Kejadian Tak Bermoral

Jumat, 20 November 2009 0 komentar

Sepertinya akan ada hal baru dalam perjalanan hidupku. Eyahhh, dengan berbekal keyakinan, kesabaran, dan langkah maju aku akan menadapatkan pengalaman baru. Terlepas pengalaman dari kesalahan atau sebuah musibah.

Memang yang dinamakan lidah tak pernah sekalipun mempunyai tulang. Aku sudah mencoba untuk sedikit bicara, banyak mikir, nggak ngehina orang lain, dll tetap saja kata-kata tak pantas masih mrucut dari dua bibir ini. Lidahku masih belum bisa terkontrol dengan baik, kemarin ada seorang calon teman yang terkena pedasnya omanganku...

Ceritanya begini.... waktu itu aku dan Irul beli mi goreng di koperasi pondok..........

IRUL : "mas, tolong ambilkan aksesoris" (kecap dan saos maksudnya)
DIA : "aksesoris apaan?"
Tiba-tiba aku nyolonong tanpa mikir dan asal njeplak...
AKU : "alah, wong ndeso gak tau aksesoris..."
DIA : "kwe wong KOTAi nang... cah lagi wingi ngarani wong ndeso.."
Dan akhirnya dia marah besar......

Aduh,, aku baru sadar yang aku katakan. Andai saja waktu bisa berputar lagi kembali ke malam itu.. Maafkan aku, aku tak sengaja berkata begitu...

Ini merupakan pelajaran yang sangat penting, bahwa ternyata saat aku memuji diriku secara tak langsung telah menghina orang lain. Orang yang kekurangan akan lebih selamat hatinya karena menganggap dirinya sendiri rendah. Tapi aku?? baru bisa sedikit saja sudah ngata-ngatain orang....

Aku Memulai Hidup Baru

Jumat, 13 November 2009 0 komentar

Walaupun blog ini belum banyak yang baca, aku akan tetap posting. Menulis itu penting banget untuk meredam stres yang akhir-akhir ini mendera. Masalah memang menjadi makanan manusia sampai ajal menjemput.

Keluh-kesah yang sebenarnya tidak penting akan jadi penting saat aku tua dan tergerak mengenang memori keluh-kesah itu. Bagaimanakah sebenarnya tampang orang bermasalah? Tua, kudisan? terserahlah...  Aku lagi memang banyak masalah di tempat baruku. Nggak banyak sih... tapi hatiku pengennya pulangg terus.

Aku mau cerita aja tentang teman-temanku aja, ah.....

Ternyata masalah cinta dari dulu kala selalu meliputi insan pencari ilmu sejati. 'Indahing wanojo iku lantaran batale tapane satriyo' kurang lebihnya artinya begini: keindahan seorang wanita menjadi sebab terputusnya tapa kesatriya.

Kasihan aku melihat santri-santri yang terlena dengan penyakit ini. Sungguh sangat nelangsa, apalagi bagi mereka yang sudah ke level serius. Mau maju salah, mundur malah tambah salah.

Pikiran menjadi bercabang dua antara ilmu dan kekasih. Ibarat buah simalakama; mau putus tak tega sakiti perasaan dia, mau lanjut mondok terus takut keduluan orang.

Alah,,,,,, cinta akan memeluk dirimu dengan sendirinya saat musim semi tiba. Ilmumu adalah penyambung lidah nabi, ilmumu adalah penunda kiamat datang. Lanjutkan mengaji dan nderes, pada saatnya nanti cinta akan lebih indah daripada apa yang pernah dibayangkan sebelumnya. Go Forward..